TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN YANG TELAH DIBERIKAN KEPADA KAMI....
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SMART PARENTS SEMINAR UMUM


Memahami Penyakit Menular Pada Bayi dan Anak dalam Upaya Melindungi Mereka dari Infeksi melalui Vaksinasi

Narasumber :
 dr. Nilasari Udiantara, Sp. A
( Spesialis Anak ) 

Jadwal Praktek :
Senin - Jum'at ( Pk. 19.00 -  Pk. 21.00 ) & Sabtu ( Pk. 10.00 - Pk. 12.00 ) 

  • Apa itu vaksinasi ? 
Upaya untuk merangsang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penularan terhadap penyakit tertentu.

Terbentuknya sistem kekebalan tubuh
   Alamiah  :  Terinfeksi dari lingkungan
   Buatan   :  Vaksinasi

  • Manfaat Vaksinasi

Membentuk sistem kekebalan tubuh untuk jangka waktu yang panjang

Menciptakan kekebalan komunitas (herd immunity)

Mampu melenyapkan suatu penyakit di muka bumi, contoh: Beberapa Negara telah bebas Polio
  
PRINSIP IMUNISASI

Memasukan Virus atau Bakteri yang telah dilemahkan ke dalam tubuh hingga terbentuk antibodi (tentara tubuh)
 
  •  Apa itu Vaksin ?
Vaksin adalah zat biologik yang berasal dari virus atau bakteri yang telah dilemahkan, atau bagian ( komponen ) dari virus atau bakteri.
Contoh :  -  Vaksin Hidup  ( BCG, Polio, Campak )
                -  Vaksin Komponen ( DPT, Hepatitis B )


  • Peranan Vaksinasi
-  Efek Penyakit
   1.  Infeksi Pneumokokus merupakan penyakit berbahaya dengan angka kematian tertinggi seperti
        Pneumonia (radang paru)  –  dapat menyebabkan 2 juta kematian pada anak setiap tahunnya. 
   2.  Rotavirus gastroenteritis diperkirakan dapat menyebabkan lebih dari setengah juta kematian
        setiap tahunnya.
   3.  WHO mengestimasikan bahwa influenza menyebabkan 500.000 kematian setiap tahunnya.
   4.  Sebelum adanya vaksin, secara nyata anak - anak terinfeksi oleh virus polio.

-   Peranan Penyakit
    1.  Diperkirakan sekitar 700.000 kematian disebabkan oleh infeksi pneumokokus dapat di cegah
         dengan vaksinasi.
    2.  Beberapa negara menjadi saksi penurunan angka rawat inap sebesar 80 % yang disebabkan
         rotavirus.
    3.   Pada pasien usia lanjut angka kematian dapat diturunkan sebesar 80 %.
    4.   Kasus polio turun sebesar 99 %



 KONTROVERSI SEPUTAR VAKSINASI
 
1.  Mitos      : Vaksin tidak penting.
     Faktanya : Banyak Penyakit yang dapat dieradikasi oleh vaksin
2.  Mitos      : Vaksin tidak aman 100 %
     Faktanya : Risikonya lebih besar jika anak tidak diimunisasi. Teknologi vaksin pun semakin
                      canggih sehingga reaksi lebih ringan.
3.  Mitos      : Anak terlalu banyak mendapatkan vaksin.
     Faktanya : Pakar imunologi dari University of California, AS, meneliti jumlah vaksin yang bisa
                       direspon oleh tubuh seseorang pada satu waktu. Setelah mempertimbangkan berbagai
                       jenis komponen dalam vaksin, termasuk protein bakteri, mereka menemukan bahwa
                       bayi dan anak-anak bisa merespon dengan aman 100.000 vaksin dalam sekali waktu.
                       Padahal rata-rata seorang anak mendapatkan 14 jenis vaksin dalam waktu dua tahun. 

Namun di luar program pemberian imunisasi yang dilaksanakan pemerintah 
demi menyehatkan bangsa ini  

  •   Manfaat Vaksinasi Jauh Lebih Besar

-   Menurunkan Outbreak suatu penyakit                                                
-   Mengurangi perawatan di rumah sakit
-   Mengurangi kecacatan
-   Mencegah efek jangka panjang dari suatu pengobatan
-   Menurunkan hilangnya produktivitas
-   Mengurangi biaya yang diakibatkan oleh pengobatan jangka panjang 

  • Mengapa Anak Mendapatkan Begitu Banyak Vaksinasi
Lingkungan : banyak kuman yang berbahaya
Sistem kekebalan pada bayi atau anak belum sempurna
-  Untuk melindunginya melawan infeksi serius

  • Apa itu Vaksin Kombinasi 
Vaksin kombinasi adalah suatu jenis vaksin yang disuntikan dalam waktu yang bersamaan untuk pencegahan beberapa penyakit.

Contohnya adalah vaksin DPT +Hib, yaitu merupakan kombinasi antara vaksin untuk pencegahan penyakit difteri, pertusis, tetanus dan Hib.

Vaksin kombinasi telah membuat jadwal vaksinasi lebih sederhana dan lebih mudah bagi orang tua untuk mengikutinya.

  • Benefit Vaksin Kombinasi
Untuk bayi                                                     
-  Mengurangi ketidaknyamanan bagi bayi akibat menerima banyak suntikan                                             
-  Mengurangi stress dan rasa sakit pada bayi pasca vaksinasi
-  Meningkatkan kepatuhan jadwal imunisasi pada bayi       

Untuk Orang Tua
-  Meningkatkat kenyamanan karena rewel pada anak pasca vaksinasi berkurang
-  Menghemat biaya vaksinasi
-  Meningkatkan kepatuhan vaksinasi yang terkadang dapat tertunda karena kesibukan orang tua sehingga tidak dapat kontrol ke dokter sesui dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk vaksinasi anak.


Perjalanan Penyakit Diphtheriae
1.  Penyebab C. Diphtheriae
     -  Transisi melalui droplets ( batuk dan bersin )                          
     -  Bakteria menginvasi jaringan yang melapisi tenggorokan
     -  Pseudomembrane dapat menyebar ke trachea dan larynx dan
        dapat menyumbat pernapasan.

Infeksi berkembang di tenggorokan, C. Diphtheriae mengeluarkan exotoksin
yang dapat menghancurkan jaringan dan membentuk pseudomembrane yang
menutupi tenggorokan dan tonsil.


Jika exotoksin menyebar melalui aliran darah, dapat mengakibatkan komplikasi sitemik

2.  Gejala Diphtheria

Gejala klinis => Gejala awal dapat berupa rewel, pengurangan aktifitas, les, anorexia, demam tinggi dan sakit tenggorokan => 1.  Berkembang menjadi timbulnya membran tebal berwarna kelabu => Gejala berbagai bentuk tergantung dari lokasi pseudomembrane ; pharyngeal diphteriae ; laryngeal diphteriae ; anteriol - nasal diphteriae. 2.  Bullneck ( pembengkakan kelenjar getah bening dan jaringan sekitar ) yang mengakibatkan tingkat kesakitan dan tingkat kematian lebih tinggi.

Perjalanan Penyakit Tetanus

    Clostridium tetani masuk ke dalamtubuh melalui luka terbuka.
 -  Spora berkembang dan bakteria tumbuh terus dan menghasilkan tetanospasmin, suatu racun / toxin yang pathogenic.
-  Ketika racun memasuki saraf - saraf motorik ( baik lokal ataupun setelah bersikulasi di peredaran darah dan kelenjar limfoid ) akan menghalangi pengeluaran GABA

GABA adalah inhibitor neurotransmitter, dan penghalang pengeluaran GABA akan menjadikan aktivitas motorik menjadi tak terkendali, meningkatkan tekanan otot dan terjadi spasme / kejang sebagai karakteristik dari tetanus.


GEJALA TETANUS

-  Gejala yang terbentuk adalah kejang atau kaku pada otot rahang ( lockjaw atau trismus )

Progres penyakit
- Ketika toxin menyebar keseluruh tubuh, kaku otot, nyeri punggung, kejang otot tak terkontrol ( ringan - berat ), frekuensi gejala semakin meningkat.
         *  Flexi siku dan pergelagan tangan  ; extensi kaki ; opisthothonos ( spasme tetanus )

-  Komplikasi dapat terbentuk ( sebagai hasil dari kejang otot )


PERJALANAN PENYAKIT PERTUSIS
1.  Infeksi
2.  Masa inkubasi ( 7 - 10 hari , sampai 42 hari )
3.  Fase Klinis 1
     Awal stadium catharal ( 1- 2 minggu )
4.  Fase Klinis II
     Stadium Paroxismal ( 1- 6 minggu ( sampai 10 minggu )
5.  Fase Klinis III
     Stadium Konvalesen ( 2 - 3 minggu )
     Pada fase ini penderita bisa sembuh, tapi bisa juga terjadi komplikasi kemudian sembuh / terjadi kematian 0.2 % keseluruhan ; 0.5 - 1 % bayi baru lahir )


GEJALA PERTUSIS
1.  Transmisi B. Pertussis 
     Transmisi B. Pertussis masuk ke dalam tubuh kemudian menyebar ke membran mukosa yang melapisi  permukaan saluran pernapasan atas


2.  Stadium Catarrhal ( clinical stage 1 )
     Gejala awal mirip batuk pilek biasa

3.  Stadium Paroxismal ( clinical stage II )
     -  Pasien mengalami batuk berat yang panjang dan tidak terputus dan sesekali mengambil nafas panang diantara batuk
    -  Sering disebut "batuk 100 hari " ; fase ini terjadi pada bayi baru ( < 3 bulan )

4.  Convalescent ( clinical stage III )
     Clinical stage III : cough become less paroxysmal and disappears within a 2 - to 3 - week period. Symptoms can recurover future months following subsequent respiratory infections


PERJALANAN PENYAKIT POLIOMIELITIS
1.  Virus Polio memasuki tubuh melalui mulut
2.  Setelah menginfeksi tubuh, virus polio memperbanyak diri di tenggorokan dan saluran cerna dan dapat menyebebkan viremia.
     Pada sebagian kasus, virus menyerang sistem saraf.
     - Bila menyerang sistem saraf, virus dapat menghancurkan neuron motorik yang menyebabkan
       kelumpuhan yang terllihat secara klinis tanpa menyebabkan kehilangan rasa/baal yang permanen.
3.  Virus dikeluarkan dari tubuh melalui feses dan dapat menyebar melalui rute fekal-oral.


BAKTERI PNEUMOKOKUS ( STREPTOCOCCUS PNEUNOMIAE )
Bakteri ini dapat ditemukan pada tenggorokan dan rongga hidung dewasa, anak, dan bayi sehat.
Tanpa keluhan dan tanpa gejala.
Mudah menyebar saat batuk, bersin, dan melalui percikan ludah.

Cara masuk bakteri pneumokokus :
-  Saat menghirup udara dari lingkungan sekitar
-  Bakteri dapat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ; telinga,
    paru - paru, otak dan sistem aliran darah
-  Saat bayi memasukan tangan ke dalam mulut setelah kontak langsung dengan benda disekitarnya yang
    telah terkontaminasi


MENINGITIS / RADANG SELAPUT OTAK
Gejala :
    -  Infeksi meningitis berkembang dengan sangat cepat dan sulit di diagnosa hinga tahap lanjut.
    -  Gejala yang biasanya muncul adalah demam dan muntah, sehingga sulit dibedakan dengan penyakit
       biasa pada umumnya.

Akibat :
    -  Cacat Otak
    -  Berkurangnya fungsi pendengaran atau cacat bagian tubuh
    -  Kematian ( jika tidak ditangani dengan cepat )
    

PNEUMONIA / RADANG PARU - PARU 
Gejala :
    -  Gejala yang sangat berat                                      -  Asma
    -  Batuk Kronik                                                       -  Kelainan fungsi paru
    -  Kematian jika tidak ditangani dengan cepat


OTITIS MEDIA / RADANG TELINGA TENGAH
Gejala :
    -  Rasa sakit yang luar biasa
    -  Hilangnya nafsu makan
    -  Sulit tidur
    -  Rewel sepanjang hari

Akibat yang terjadi pada Bayi yang terkena Otitis Media
    -  Kesehatan fisik                                                    -  Mastoiditis
    -  Nyeri pada tubuh                                                 -  Masalah perilaku ( sosialisasi )
    -  Nyeri pada telinga ( Otalgia )                               -  Performa pendidikan, Sulit membaca
    -  Hilangnya pendengaran                                        -  Sulit dalam berbicara
    -  Menangis                                                            -  Demam, gangguan tidur.


KESIMPULAN

•    Kekhawatiran orang tua akan banyaknya jumlah suntikan harus diberikan pada bayinya -> vaksin kombinasi merupakan solusi melindungi anak terhadap beberapa jenis penyakit dalam satu penyuntikan serta terbukti efektif dan aman.


•    Diare dan Infeksi Pneumokokus merupakan kedua pembunuh terbesar pada anak < 5 tahun -> Vaksinasi Rotavirus dan PCV merupakan solusi perlindungan terhadap kedua penyakit ini.


Terima Kasih.... Semoga Bermanfaat 


Disampaikan pada event " Smart Parents Seminar Umum
Mengenal Lebih Jauh Penyakit - Penyakit Pada Bayi
yang dapat di cegah Melalui Vaksinasi " 
di Ruang Auditorium Lantai 6, RS Citra Harapan
( 22 Juni 2013 )






 

Delete this element to display blogger navbar

 
© RS Citra Harapan | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Develop by WELL PRO Management
Powered by Blogger