TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN YANG TELAH DIBERIKAN KEPADA KAMI....
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Makalah dr. Hazrul Lutfi Hamid Sp. THT ( Kenali Keganasan Nasofaring & Laring / Pita Suara ) disampaikan saat Talkshow Radio ON AIR 16 Desember 2017

KENALI KEGANASAN NASOFARING & LARING ( Pita Suara )

Pengertian Karsinoma Nasofaring
Karsinoma nasofaring ( nasopharyngeal carcinoma / NPC ) adalah  jenis kanker pada tenggorokan (faring) yang mincul di area nasofaring, yaitu area belakang hidung dan area belakang langit-langit tenggorokan. Saat bernapas melalaui hidung, aliran udara yang anda hirup akan masuk melawati hidung ke tenggorokan lalu ke nasofaring hingga akhirnya ke paru-paru. Kanker ini tergolong jarang terjadi jika dibandingkan dengan kanker pada kepala atau leher lainnya.
Selain dinasofaring, kanker faring juga dapat muncul pada area orofaring ( dasar lidah, tonsil, dan permukaan bawah langit-langit mulut ) dan hipofaring ( sinus, piriformis, area setelah tulang krikoid dan dinding belakang faring ). Kasus kanker ini lebih banyak ditemukan pada orang-orang di kawasan Asia Tenggara.

Penyebab Karsinoma Nasifaring
Seperti kanker pada umumnya, kanker karsinoma disebabkan oleh adanya mutasi gen yang menyebabkan sel berkembang di luiar kendali dan menginvasi jaringan di sekitarnya yang kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain ( metastase ). Penyebab mutasi gen ini belum diketahui hingga saat ini.
Kasinoma nasofaring memiliki beberapa factor risiko yang bisa membuat seseorang  lebih berisiko tentang penyakit ini, seperti Virus Epstein-Barr. Akan tetapi pemicu pasti  penyakit ini belum ditemukan. Oleh karena itu, pada sebagian kasus, seseorang dapat terhindar dari kondisi ini walaupun memiliki semua factor risiko pada dirinya, sementara pada kasus lain terjadi sebaliknya. Beberapa factor risiko karsinoma nasofaring, yaitu : 
Ø   Etnis. Kasus Karsinoma nasofaring lebih banyak ditemukan pada orang yang tinggal di Cina, Afrika bagian utara, Asia tenggara, dan bangsa Inut di Alaska. Walau demikian, warga Asia yang dilahirkan di Amerika tidak memiliki risiko setinggi warga Asia yang berimigrasi ke Amerika.
Ø  Keluarga dengan riwayat kanker nasofaring.
Ø  Usia. Penyakit ini paling umum ditemukan pada orang dewasa yang berusia antara 30-50 tahun.
Ø  Jenis Kelamin. Penyakit ini paling umum ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan.
Ø  Uap masakan dari makanan yang diawetkan dengan teknik pengasinan yang masuk ke rongga hidung dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, seperti ikan asin dan asinan sayuran. Risiko akan bertambah tinggi jika pasien sudah terpapar zat kimia ini sejak usia dini.
Ø  Bekerja dilingkungan yang membat anda selalu menghirup serbuk kayu dan zat kimia formaldehyde.
Ø  Virus Epstein-Barr. Virus yang merupakan bagian dari keluarga virus herpes inimemiliki gejala yang menyerupai pilek. Selain karsinoma nasofaring, penderita yang terjangkit infeksi virus ini juga dapat terkena infeksi mononucleosis. Selain kanker nasofaring, virus Epstein-Barr juga dikaitkan dengan jenis kanker lain yang langka.

Gejala Karsinoma Nasofaring
Tidak mudah untuk mengetahui kemunculan dan gejala karsinoma nasofaring di stadium awal. Penyakit ini biasanya mulai terlihat ketika pasien sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini dapat disebabkan oleh gejala karsinoma nasofaring pada stadium awal yang tidak spesifik atau bahkan gejala bisa tidak muncul sama sekali.
Beberapa gejala Karsinoma nasofaring yang umumnya dapat dikenali, Yaitu :
Ø  Terdapat benjolan pada leher akibat terjadi pembesaran kelenjar getah bening
Ø  Darah pada air liur
Ø  Mimisan
Ø  Trismus ( Susah membuka mulut akibat rahang tertahan atau otot rahang kaku )
Ø  Pusing
Ø  Hidung Tersumbat
Ø  Pendengaran berkurang
Ø  Infeksi telinga dengan frekuensi yang lebih sering

Segara temui dokter jika mengalami salah satu dari gejala-gejala diatas dan tidak kunjung membaik. Buatlah catatan mengenai gejala, pertanyaan-pertanyaan terkait, dan tindakan apa saja yang sudah dilakukan sebelum menemui dokter. Terangkan juga mengenai sejarah penyakit Anda atau riwayat kesehatan keluarga agar dokter dapat lebih memahami dan mengenali gejala yang anda alami sehingga mudah untuk mendapatkan diagnosis.


Diagnosis Karsinoma Nasofaring

Diagnosa karsinoma nasofaring terdiri dari anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui kondisi dan penyebaran ( stadium ) sel kanker.

Dokter mungkin akan menanyakan gejala dan tanda yang dialami penderita, factor risiko, dan riwayat kesehatan keluarga yang mungkin berhubungan dengan karsinoma faring.

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengecek keadaan fisik leher untuk meraba pembengkakan pada kelenjar getah bening. Selain itu, pemeriksaan akan dimulai dari pemeriksaan fisik umum, mulut, pemeriksaan menyeluruh pada area kepala dan leher. Dokter juga dapat menggunakan kamera untuk melihat ke dalam nasofaring pasien. Pemeriksaan ini dilakukan dengan metode endoskopi melalui hidung setelah pembiusan local untuk mencari kejanggalan pada kondisi nasofaring. Jika belum terdapat data-data pendukung diagnosis yang cukup, dokter akan mengambil contoh jaringan dengan metode yang sama untuk memastikan adanya sel kanker di laboratorium.

Beberapa pemeriksaan tambahan mungkin akan dilakukan begitu diagnosis karsinoma nasofaring didapatkan. Pemeriksaan ini terdiri dari CT Scan, MRI Scan, X-ray, dan tes pencitraan PET ( Positron emission tomography ).
Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut ditunjukan untuk mencari tahu tahapan penyebaran sel kanker yang dimulai dari stadium I hingga stadium IV. Tahapan ini akan membantu menentukan rencana pengobatan dan peluang kesembuhan pasien. Stadium rendah menunjukkan ukuran kanker yang kecil dan masih berada di area nasofaring. Namun stadium tinggi menandakan bahwa kanker telah menyebar ke luar nasofaring, bisa ke leher atau area tubuh lain.

Pengobatan Karsinoma Nasofaring

Pengobatan karsinoma nasofaring atau kanker karsinoma melibatkan beberapa jenis terapi, seperti kemoterapi, radiasi, atau gabungan keduanya. Tiap pilihan terapi memiliki kelebihan dan keuntungan tersendiri yang dapat didiskusikan secara langsung dengan dokter yang menangani kondisi pasien.
Sebuah rencana pengobatan dapat dibuat berdasarkan stadium, tujuan pengobatan, kondisi kesehatan pasien, dan efek samping pengobatan yang dapat ditoleransi oleh pasien.
Beberapa jenis pengobatan yang mungkin dilakukan adalah :
Ø  Terapi radiasi
Radiasi X-ray atau proton berkekuatan tinggi diarahkan langsung ke bagian tubuh yang menjadi target penyinaran untuk membunuh sel kanker atau tumor pada nasofaring. Terapi radiasi ini dinamakan external beam radiation ( radiasi cahaya exsternal ). Efeksamping yang mungkin ditimbulkan adalah kulit kemerahan yang bersifat sementara, mulut kering, dan berkurang nya fungsi pendengaran. Tetapi radiasi yang di kombinasikan dengan obat-obatan kemoterapi dapat menyebabkan efeksamping berupa radang pada mulut dan tenggorokan sehingga pasien dapat mengalami kesulitan ketika makan.
Terapi sinar radiasi lainnya yang digunakan adalah brachytherapy yang umum nya digunakan pada kasus karsinoma nasofaring  yang kambuh. Terapi ini dilakukan dengan cara menempatkan kabel beraliran radioaktif sangat dekat atau langsung pada tumor.

Ø  Kemoterapi
Terapi yang menggunakan obat-obatan sebagai pembasmi sel kanker ini dapat diberikan dalam bentuk pil, disuntikkan melalui pembuluh nadi, atau keduanya.
Jenis, dosis, dan efek samping dari obat-obatan kemoterapi akan bergantung dari jenis obat yang diberikan oleh dokter. Terapi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

Ø  Kemoterapi sebelum terapi radiasi, atau kemoterapi neoajuvan, yaitu pemberian obat-obatan kemoterapi sebelum terapi radiasi atau terapi kemoradiasi. Tingkat kesuksesan tarapi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ø  Kemoterapi bersamaan dengan terapi radisi, atau terapi kemoradiasi, yaitu pemberian obat-obatan pembasmi kanker secara bersamaan dengan radiasi untuk meningkatkan evektivitas terapi radiasi. Efek samping yang mungkin muncul adalah gabungan dari efek samping kedua jenis terapi ini hingga pasien berkemungkinan sulit untuk menleransi dampaknya.

Ø  Kemoterapi setelah terapi radiasi, Yaitu pemberian obat-obatan pembasmi kanker setelah terapi radiasi atau kemoradiasi untuk membasmi sisa-sisa sel kanker dalam tubuh pasien termasuk yang sudah menyabar ke tubuh lain. Metode ini masih menuai kontroversi tentang apakah pengobatan kemoterapi tambahan memang memperbaiki peluang kesembuhan dari pasien karsinoma nasofaring. Pada umum nya, efek samping yang berat dan sulit untuk ditoleransi pasien menjadi penyebab pengobatan ini harus dihentikan.

Ø  Pembedahan
Terapi pembedahan jarang dilakukan pada kasus karsinoma faring. Pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat nodus limfa yang sudah diinvasi sel kanker.
Dokter akan memindahkan sel kanker tersebut dengan cara membuat irisan pada langit-langit mulut pasien.
Pengobatan radioterapi karsinoma nasofaring dapat memicu mulut kering yang membuat pasien merasa tidak nyaman saat menelan makanan. Komplikasi pengobatan ini juga dapat memicu infeksi yang berisiko berdampak kepada kesehatan mulut dan gigi. Pasien yang memiliki kondisi mulut kering ( xerostomia ) mungkin akan mendapatkan rekomendasi perawatan maupun diet makanan untuk mengurangi memburuknya gejala yang dialami, dari dokter atau mengatasi masalah-masalah tersebut, yaitu :

Ø  Berkumur dengan larutan garam dengan air hangat setelah makan. Gunakan campuran dari air hangat, garam, dan baking soda sebagai campuran cairan kumur.

Ø  Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan mulut. Anda juga bisa mengunyah permen atau permen karet bebas gula untuk merangsang kelenjar ludah menghasilkan air liur.

Ø  Perbanyak konsumsi makanan yang basah. Anda bisa menambahkan kuah, kaldu, mentega, atau susu pada makanan yang kering.

Ø  Hindari makanan yang asam, pedas, dan minuman yang tidak baik lagi kesehatan mulut, seperti minuman berkafein dan beralkohol.

Komplikasi Karsinoma Nasofaring
Beberapa komplikasi yang bisa terjadi jika tidak segera mengobati karsinoma nasofaring, yaitu :

Ø  Kanker yang mengganggu jaringan sekitar. Kanker nasofaring yang tumbuh terlalu besar dapat mengganggu struktur di sekitarnya seperti tenggorokan, otak, dan tulang.

Ø  Meluasnya pertumbuhan sel kanker ( metastase ) sehingga merusak atau memengaruhi jaringan pada tenggorokan, tulang, dan otak.

Pencegahan Karsinoma Nasofaring
Pencegahan karsinoma nasofaring dapat di mulai dengan megurangi risiko anda mengembangkan kondisi ini dalam tubuh, yaitu dengan menghindari kebiasaan yang berhubungan dengan pemicu kanker karsinoma. Misalnya, mengurangi konsumsi makanan yang diawetkan menggunakan teknik pengasinan dan secara alami, tidak merokok, dan mengurangi konsimsi alcohol.
Anda juga bisa membuat jadwal pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pemeriksaan darah untuk mendeteksi virus Eostein-Barr. Pemeriksaan darah sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki factor risiko tinggi terhadap penyakit ini. Salah satunya adalah tinggal di daerah dengan angka kasus karsinoma faring yang tinggi.


Kanker Nasofaring – Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Mungkin tidak banyak yang tahu apa itu kanker nasofaring, Karena penyakit yang satu ini merupakan jenis kanker yang tergolong jarang dalam kelompok kanker kepala dan leher ( Head and neck cancer ). Namun demikian, tidak ada salahnya jika kita ketahui ari sekarang, karena pengetahuan ini tidaklah akan sia – sia, bahkan bisa bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain. Kaker Nasofaring adalah jenis kanker atau tumor ganas yang tumbuh pada nasofaring. Nasofaring adalah bagian sistem pernafasan yang terdiri dari dua kata Naso yang berarti hidung dan Faring yang berarti tenggorokan. Jadi Nasofaring adalah hudung bagian dalam ( bagian belakang ) hingga ke tenggorokan.
Mengetahui pengetahuan dasar ini sangatlah penting, karena akan terkait dengan cirri-ciri atau gejala kanker nasofaring itu sendiri.

Gejala Kanker Nasofaring

Ciri – cirri atau Tanda – tanda kanker nasofaring yang dapat kita amati yaitu kesulitan bernapas karena penyempitan pada daerah nasofaring, tentunya juga gangguan  berbicara dengan produksi suara yang terdengar sengau, selain itu bisa juga terdapat gangguan pendengaran.
Selain gejala utama kanker nasofaring diatas, cermati juga tanda-tanda berikut ini yang mengharus kan Anda untuk periksa ke dokter :

·         Terdapat benjolan di hidung atau leher
·         Sakit tenggorokan, kesulitan bernapas atau berbicara termasuk suara serak
·         Mimisan atau keluar darah dari hidung ( epistaksis )
·         Gangguan pendengaran
·         Infeksi telinga yang harus datang kembali
·         Nyeri pada telinga atau telinga berdenging
·         Sakit kepala
·         Pandangan kabur atau ganda
·         Wajah nyeri atau mati rasa
·         Hidung tersumbat

Jika diperhatikan, cirri-ciri diatas mirip juga dengan gejala kanker tenggorokan mengingat kanker adalah suatu jenis penyakit yang kronis, maka sudah barang tentu bahwa gejala yang muncu di atas akan dirasakan dalam kurun waktu yang lama atau sering terjadi.


Penyebab Kanker Nasofaring
Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kanker nasofarin. Namun, kanker ini sangat erat kaitannya dengan virus Epstein-Barr ( EBV ). Meskipun pada infeksi EBV umum, artinya tidak semua orang yang terinfeksi EBV akan mengembangkan kanker nasofaring.
Disamping itu, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena kanker nasofaring, Yaitu :

·         Laki-laki Usia di bawah 55 tahun
·         Sering makan makanan yang asin
·         Memiliki riwayat keluarga kanker nasofaring
·         Perokok
·         Peminum Alkohol
·         Terpapar debu atau bahan kimia yang mengandung formaldehid





Pengobatan Kanker Nasofaring

Jenis pengobatan akan disesuaikan dengan
·         Lokasi tumor
·         Tahap tumor
·         Kesehatan pasien secara keseluruhan

Modalitas pengobatan Kanker Nasofaring meliputi :
·         Terapi Radiasi.
·         Pengobatan standar awal operasi atau pembedahan
·         Obat biologis. Meningkatkan sistem daya tahan tubuh untuk membunuh sel kanker contohnya Bevacizumab.
·         Kemoterapi. Penggunaan obat yang membunuh sel-sel kanker.


Bagai mana cara mencegah Kanker nasofaring ?

Kanker ini dapat dicegah dengan cara menurunkan faktor risikonya, yakni :
·         Makan makanan yang kaya akan buah-buahan dan sayuran
·         Hindari ikan asin atau makanan yang mengandung kadar garam tinggi lainnya
·         Jangan merokok
·         Jangan minum alcohol berlebihan

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, begitu pula dengan kanker nasofaring ini.

Delete this element to display blogger navbar

 
© RS Citra Harapan | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Develop by WELL PRO Management
Powered by Blogger