TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN YANG TELAH DIBERIKAN KEPADA KAMI....
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

PEMBERITAHUAN TRAUMA CENTER



 
MEMO INTERNAL



Kepada                     : Informasi, Counter Rawat Inap, Counter Rawat Jalan, Keuangan,

                                      Apotik dan IT.

Dari                             : Dept. Keperawatan

Hal                              : Pemberitahuan Trauma Center

Bersama ini kami sampaikan bahwa per tanggal 02 Mei 2017 peserta dari RSTC BPJS Ketenagakerjaan dapat dilayani dengan ketentuan sbb:

A. Lingkup Pelayanan 



1.      Rawat Inap

2.      Rawat Jalan


B. Prosedur pelayanan
1.    Peserta datang berobat dengan menunjukkan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan atau         e-KTP.


2.   Petugas Rumah Sakit Citra Harapan meneliti eligibilitas peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan/atau penyakit akibat kerja melalui aplikasi di website BPJS Ketenagakerjaan atau menghubungi  petugas yang ditunjuk oleh kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang terdekat.


3.   Petugas Rumah Sakit melakukan konfirmasi ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota jika nama peserta tidak eligibel atau terdapat notifikasi (peringatan) untuk melakukan konfirmasi data.


4.   BPJS Ketenagakerjaan wajib melakukan pengecekan data eligibilitas peserta tersebut. Jika peserta memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat, maka BPJS Ketenagakerjaan melakukan pembaharuan data (updating data) selambatnya 2 (dua) hari kerja agar data peserta tersebut muncul di dalam sistem pengecekan eligibilitas.


5.   Peserta yang mengalami kecelakaan kerja di tempat kerja yang didampingi oleh perwakilan pemberi kerja, maka perwakilan pemberi kerja:

a.  Mengisi dan menandatangani Formulir Surat Pernyatan bersedia menanggung untuk biaya perawatan dan pengobatan karyawan yang tidak ditanggung oleh BPJS ketenagakerjaan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

b.   Menyerahkan formulir kecelakaan kerja tahap 1 (Form 3 KK 1) atau formulir penyakit akibat kerja tahap 1 (Form 3 PAK 1) yang telah dilengkapi.


6.   Peserta yang mengalami kecelakaan kerja pada saat berangkat kerja atau pulang kerja yang tidak didampingi oleh perwakilan pemberi kerja, maka pihak rumah sakit menghubungi pemberi kerja;

a.    Untuk melaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan terkait adanya kasus kecelakaan kerja.

b.  Mengisi dan menandatangani Formulir Surat Pernyataan bersedia menanggung untuk biaya perawatan dan pengobatan karyawan yang tidak ditanggung oleh BPJS ketenagakerjaan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

c.    Menyerahkan formulir kecelakaan kerja tahap 1 (Form 3 KK 1) atau formulir penyakit akibat kerja tahap 1 (Form 3 PAK 1) yang telah dilengkapi.


7.    Peserta yang mengalami kecelakaan kerja lalu lintas, maka penjamin pertama dapat diajukan ke PT. Jasa Raharja (persero) sampai batas plafon, selanjutnya kelebihan biaya dari plafon dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.


8.    Peserta yang mengalami kecelakaan kerja lalu lintas yang tidak dijamin oleh PT. Jasa Raharja (Persero) seperti kecelakaan tunggal, maka dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.



9. Peserta yang tidak terbukti mengalami kecelakaan kerja tidak dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penjaminan dapat diajukan ke BPJS Kesehatan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku atau menjadi tanggungan peserta.


10.  Petugas Rumah Sakit Citra Harapan mengisi formulir pengajuan surat jaminan melalui aplikasi atau manual, untuk kemudian dikirimkan ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan agar dapat diterbitkan surat jaminan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah peserta mendapatkan perawatan dan pengobatan.


11.  Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan menerbitkan surat jaminan melalui aplikasi atau manual untuk peserta paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah menerima notifikasi pengajuan surat jaminan dari sistem atau laporan pengajuan surat jaminan dari Petugas Rumah Sakit.


12. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, Rumah Sakit Citra Harapan dapat merujuk   peserta ke fasilitas kesehatan RSTC yang lebih tinggi dengan melampirkan dokumen, yaitu;

a.     surat rujukan

b.     salinan formulir kecelakaan kerja tahap I (Form 3 KK 1) atau formulir penyakit akibat kerja tahap I (Form 3 PAK 1).


13.  Dokter Rumah Sakit Citra Harapan yang merawat peserta wajib mengisi formulir 3b KK 3 untuk kasus kecelakaan kerja atau formulir 3b PAK 3 untuk kasus penyakit akibat kerja jika perawatan dan dinyatakan selesai.


14.  Peserta BPJS Ketenagakerjaan atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan dapat diwakilkan oleh perwakilan perusahaan atau keluarga untuk menandatangani formulir bukti layanan setelah mendapatkan pelayanan.


15.  Rumah Sakit Citra Harapan wajib menyediakan ruamg perawatan kelas 2 yang minimal setara dengan ruang perawatan kelas 1 rumah sakit pemerintah sesuai dengan hak peserta, dan apabila tidak tersedia kelas yang ditentukan maka peserta dapat dilayani di ruang perawatan yang tersedia sampai terdapat ruang perawatan kelas 2.


16.  Penagihan biaya ruang perawatan sesuai dengan ruang kelas perawatan yang digunakan oleh peserta.


17.  Pemberian resep obat – obatan oleh Tenaga Medis Rumah Sakit Citra Harapan bagi peserta Program JKK mengutamakan obat – obat Generik berloko (OGB) dalam kemasan (blister/strip).


18. Rumah Sakit Citra Harapan dapat memberikan jasa pengangkutan berupa pelayanan ambulans untuk:

a.     menjemput peserta Program JKK yang mengalami kecelakaan kerja di lokasi kejadian kecelakaan kerja.

b.     mengantar/merujuk pasien peserta Program JKK apabila diperlukan rujukan ke RSTC lain.

c.     mengantar pasien peserta Program JKK dari rumah sakit ke rumahnya.

d.     besarnya biaya pelayanan ambulans sesuai dengan standar biaya ambulans yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

e.     dalam hal belum terdapat tarif dasar ambulans yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah, tarif yang ditetapkan mengacu pada biaya yang berlaku pada daerah dengan karakteristik geografis yang setara pada satu wilayah.


19.  Pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis program JKK yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada Peserta Program JKK, antara lain meliputi;

a.   Gawat Darurat

b.   Pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit

c.   Perawatan lanjutan di Rumah Sakit

d.   Rawat inap

e.   Penunjang diagnotik

f.    Perawatan intensif

g.   Pengobatan

h.   Pelayanan khusus

i.     Alat kesehatan dan implan

j.     Jasa dokter/medis

k.    Operasi

l.     Pelayanan darah

m.   Rehabilitasi medik



20.  Hal – hal yang tidak dapat dikategorikan sebagai kecelakaan kerja:

a. kecelakaan yang terjadi pada waktu cuti, atau hari libur lainnya, dimana yang bersangkutan bebas dari urusan pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

b.    kecelakaan yang terjadi di mess/perkemahan yang tidak berada di lokasi (tempat) kerja.

c.   kecelakaan yang terjadi di luar waktu kerja atau dalam rangka melakukan kegiatan yang bukan merupakan tugas dari atasan untuk kepentingan perusahaan.

d.  kecelakaan yang terjadi pada waktu yang bersangkutan meninggalkan tempat kerja untuk kepentingan pribadi.

Contoh : pergi untuk makan, tidak dianggap sebagai kecelakaan kerja jika perusahaan yang bersangkutan menyediakan fasilitas makan.


e.     Sakit biasa yang tidak ada hubungannya dengan hubungan kerja.


f.      Hal – hal yang tidak ditanggung adalah :

1.      Bunuh diri

2.      Gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol

3.      Mencelakakan diri sendiri dengan sengaja

4.    Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupuntur, shinse,    chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaianteknologi kesehatan.

5.    Penyakit yang tidak berhubungan dengan ruang lingkup kecelakaan kerja dan akibat dari hubungan kerja.

6.      Semua obat kosmetik, obat gosok seperti minyak kayu putih dan sejenisnya.

7.    Semua obat/vitamin yang tidak ada hubungannya dengan kasus kecelakaan kerja   atau penyakit akibat kerja

8.    Operasi plastik dengan tujuan kosmetik

9.   Penyakit akibat hubungan kerja yang dicetuskan, diperberat oleh pekerjaan seperti hernia yang ada faktor bawaan, dan asma yang diakibatkan keturunan.

10.  Kasus meninggal mendadak yang terjadi tidak di lokasi tempat kerja.

11.  Klaim pengobatan dan perawatan yang sudah melewati 1 (satu) tahun dari tanggal penggobatan dan perawatan tersebut.

Delete this element to display blogger navbar

 
© RS Citra Harapan | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Develop by WELL PRO Management
Powered by Blogger